"Renata," mulai Nate. Suaranya ragu, namun tegas. "Aku tahu, aku mungkin bukan siapa-siapa bagimu. Ya, aku cuma tetangga yang membantu membereskan rumput." "Aha, itu benar." Renata menatap Nate balik dengan senyum manis yang membuat pria itu semakin berdebar duduk di sampingnya. "Tapi kau juga teman masa kecilku, Nate." Kalimat Renata yang terakhir memicu tawa ringan Nate. "Oke. Aku tidak akan mengganggumu, silakan teruskan bicaramu," kata Renata sengaja menggodanya. Ia suka iseng kadang-kadang. Nate berdeham dulu karena ia merasa canggung. Gara-gara perkataannya terputus, kini ia harus mengulanginya lagi. Sebelumnya ia menarik napas lebih dulu. "Begini... Jadi aku sudah lama memperhatikanmu, Rene. Bukan sebagai putri dari seorang walikota, atau dari istri seorang politikus terkemuka," lanjut Nate yang tak disangka ketika membahas soal Julian, ekspresi wajah wanita itu langsung berubah cemberut. Tapi Nate sengaja tak menjelaskan atau minta maaf, karena menyusun keberaniannya
Read more