Kehancuran Citadel of Truth meninggalkan keheningan yang memekakkan telinga di dalam kabin The Void Voyager. Arka Adiwangsa duduk di kursi pilot, namun tangannya tidak lagi menyentuh kendali. Matanya yang ungu perlahan meredup, kembali menjadi hitam pekat yang dalam, mencerminkan kelelahan seorang pria yang baru saja meruntuhkan pilar-pilar surga. Di sampingnya, Valerie duduk mematung, jemarinya masih meraba udara tempat Malakor terakhir kali berdiri. Kehilangan itu nyata, namun ada secercah harapan yang ditinggalkan oleh cahaya emas putra mereka.Kita harus kembali, Arka, bisik Valerie. Suaranya terdengar rapuh namun memiliki keteguhan yang baru. Dia berjanji akan kembali. Di tempat di mana melati mekar di bawah hujan.
더 보기