"Kasihan sekali Anara," Erik kembali memanaskan suasana. "Pasti dia sudah melewati masa-masa yang sangat sulit selama ini, diabaikan oleh ayah kandungnya sendiri."Henry dan Mia tampak gelagapan. Mereka kehilangan kata-kata, tidak tahu lagi harus membangun benteng pertahanan seperti apa."Astaga, Pak Henry... Mia... kalian benar-benar keterlaluan," satu per satu tamu mulai melontarkan pendapat secara terbuka. "Pantas saja berita itu meledak di internet. Ternyata begini kenyatannya? Anara, putri kandung yang justru disia-siakan."Mia mengepalkan tinjunya kuat-kuat. "Anara, kamu sengaja, kan? Kamu ingin semua orang memojokkanku?" Mia balik mencibir, tidak sudi terus-menerus ditekan. "Kamu hanya iri! Sejak awal, akulah bintang di sini! Sementara kamu--"Mia melangkah maju, senyum meremehkan tersungging di bibirnya. "Kamu hanya pengasuh di sini! Kamu dibayar hanya untuk menjadi babysitter bocah itu!"Hinaan itu membuat suasana riuh seketika. Mia tanpa segan menyentuh gaun yang dike
Read more