Amar sengaja melakukannya, membuat Thalia merasa diinginkan saat mereka berdua, lalu menginjak-injak harga dirinya di depan Anna. Ini bukan sekadar rencana surrogate mother milik Anna, ini adalah siksaan mental yang dirancang Amar.***"Segera kemasi barangmu. Sore ini juga kamu ikut pindah ke rumahku," tegas Anna dengan nada yang tidak menerima penolakan. Ia berdiri berkacak pinggang, menatap Thalia seolah sedang memberikan perintah pada seorang pelayan. "Aku enggan repot jika harus bolak-balik hanya untuk mengecek kondisimu di rumah tua ini."Thalia tersentak, tangannya mencengkeram erat sandaran kursi rodanya. "Tapi, Kak—""Tidak ada tapi-tapian, Thalia," potong Anna cepat, suaranya naik satu oktav. "Tenang saja, ini hanya sementara sampai program bayi tabung itu berhasil. Setelah kamu mengandung dan bayinya lahir, kamu bisa kembali membusuk di rumah ini sesukamu."Tanpa menunggu jawaban, Anna memutar tubuhnya dan melangkah pergi dengan anggun, membiarkan bunyi langkah kak
Last Updated : 2026-02-27 Read more