“Guru,” Dewi Ganitri langsung berlutut di depan Ambu Yumi.“Nyisanak, anda juga di sini rupanya,” sapa Yuyukangkang.“Hehehe, ternyata kau juga sudah pulang kembali, muridku. Syukurlah,” Ambu Yumi terkekeh senang.“Benar, padepokan Gunung Murti juga turut mendapatkan pesan untuk bergabung dalam perang besar. Tidak kusangka alam dewa ternyata sungguh mendekati kehancuran,” ungkap Ambu Yumi kepada Yuyukangkang.“Sesepuh, maafkan atas kelancanganku karena telah kabur dari padepokan,” Dewi Ganitri juga berlutut kepada perempuan tua di sisi Ambu Yumi.Dia adalah sesepuh padepokan Gunung Murti bernama Batari Rahmi.“Tidak Ganitri, aku sangat bangga terhadapmu. Maafkan aku yang sebelumnya tidak mengerti,” Batari Rahmi membantu Dewi Ganitri berdiri.“Terima kasih kau telah menjaganya kisanak,” ungkap Batari Rahmi kepada Yuyukangkang.“Sama-sama Batari, tapi sesungguhnya dialah yang menjagaku,” Yuyukangkang membungkuk memberi hormat.“Kalian sepertinya telah ditakdirkan bersama, aku turut berb
Mehr lesen