Di atas langit, Lintang bersama Arga, Zufu, dan Sadjiman masih melesat menuju hutan terlarang.“Celaka!” wajah Lintang mulai memucat panik.“Ada apa kak?” tanya Arga cepat.“Firasatku bertambah buruk akan kakak iparmu, sepertinya mereka benar-benar dalam bahaya,” ungkap Lintang.“Sial! Aku tidak akan memaafkan diriku sendiri jika terjadi apa-apa kepada mereka,” Lintang mengepalkan tangan kesal.“Kalau begitu ayo tambah kecepatan kak,” Arga ikut panik.“Sepertinya kita memang harus mengorbankan separuh energi,” angguk Lintang.Dia sangat mengerti dengan apa yang di maksud oleh Arga. Kecepatan mereka saat ini dalam terbang sudah maksimal, bahkan tidak ada pendekar lain yang akan mampu menandinginya.Tetapi karena perasaan khawatir akan keselamatan Anantari dan Kelenting Sari, Lintang dan Arga terpaksa harus mengorbankan setengah dari seluruh energi mereka untuk menembus kecepatan yang lebih tinggi.“Zufu, hanya kau harapan kami satu-satunya, andai kami tidak bisa menghadapi musuh kuat d
続きを読む