Suara pemanggilan Pak Joko dari luar kamar membuat kedua mereka terkejut dan segera bergerak untuk memperbaiki penampilan masing-masing. Rio dengan cepat menarik diri dan membantu Arin mengenakan kembali pakaiannya, sementara Arin menata rambutnya yang sudah berantakan dan membersihkan wajahnya yang masih memerah karena panas dan emosi. “Mas Rio… Pak Joko sudah memanggil,” ucap Arin dengan suara yang sedikit gemetar, tangannya masih sedikit menggigil. “Ya, aku dengar. Kamu tenang saja ya, aku akan keluar dulu untuk melihatnya,” jawab Rio sambil memperbaiki kaosnya yang sudah kusut. Ia mengambil kain lap yang ada di meja dan membersihkan bagian tubuhnya yang berkeringat, kemudian membuka pintu kamar perlahan. “Maaf Pak Joko, baru saya dengar panggilan Baak,” ucap Rio dengan nada yang berusaha tetap tenang saat bertemu Pak Joko yang sedang berdiri di koridor. “Ada masalah lagi dengan AC di kamar sebelah?” “Tidak Mas, bukan masalahnya. Cuma saya
Read more