Setelah makan malam bersama para ibu-ibu di gerbang rusun, Rio dan Maya kembali ke unitnya dengan langkah yang pelan-pelan. Udara malam terasa sedikit hangat, dan lampu kamar yang baru dicat putih membuat ruangan terlihat lebih cerah dari biasanya. “Waduh, ternyata setelah dibersihin dan dicat, kamar kamu benar-benar beda banget Mas Rio,” ujar Maya sambil menutup pintu dengan lembut. “Biar aku bersihin meja aja, biar tidak ada bekas makanan.” “Gapapa kok Mbak, nanti saja saya yang bersihinnya. Kamu sudah capek membantu seharian,” kata Rio, tapi matanya tidak bisa lepas dari sosok Maya yang sedang membungkuk membersihkan sudut meja. Daster pendek yang dikenakannya sedikit menggeser, dan kali ini Rio tidak lagi mengalihkan pandangan. “Mas Rio… kamu lagi lihat apa sih?” tanya Maya menoleh, tapi wajahnya sudah mulai memerah. Dia sengaja tidak memperbaiki dasternya yang naik sampai ke paha, lalu perlahan berdiri dan menghadap Rio. “Kamu kan bi
Read more