Hari-hari setelah kembali ke Jakarta, kehidupan Rio dan Dewi kembali berjalan seperti biasa. Rutinitas kerja, urusan rumah tangga, dan obrolan tentang liburan masih sering terdengar, namun ada sesuatu yang tersembunyi di dalam benak Rio. Setiap kali ia sendirian, wajah wanita asing yang pernah bertemu dengannya di Lombok selalu muncul tanpa permisi. Wanita itu yang tiba-tiba mendekat, memberikan kenikmatan yang tak terduga, lalu menghilang secepat ia datang, tanpa nama, tanpa pesan. "Dasar wanita iseng!” gumam Rio pelan suatu sore saat sedang duduk di ruang staf Supermarket Kaya Makmur. Ia menggelengkan kepala, berusaha menghapus bayangan itu, namun ingatan itu justru semakin jelas. Ia merasa bersalah pada Dewi, istrinya yang begitu setia dan penuh cinta, tapi rasa penasaran dan kenangan fisik itu sulit untuk dilupakan sepenuhnya. Saat itu, jam kerja sedang berjalan padat. Sebagai supervisor, Rio biasanya memantau operasional dari ruangannya, tapi tiba-tiba suara
Read more