“Anak cantik! Sudah bangun rupanya!”Aku mengangkat tubuh kecil itu, menggendongnya, mengganti celana yang telah basah, menenangkannya. Dialah Camelia, putriku.“Elia sudah bangun, Sop? Sini, biar Nenek gendong!” seru Nenek Saniah.Kami menyebutnya dengan panggilan Elia. Usianya telah menginjak tiga tahun lebih. Semua orang di sini menyayangi Elia. Selain cantik, dia begitu menggemaskan.Di desa ini, banyak sekali orang memuji kecantikan yang Elia miliki. Mata yang tajam, kulit putih, serta bentuk wajah yang selalu mengingatkanku pada masa lalu. Tristan. Sampai-sampai penduduk wanita yang tengah hamil, berlomba-lomba ingin mengelus wajah Elia, mereka mempercayai mitos, jika melakukan hal tersebut, maka anak yang akan dilahirkan akan mirip dengan anak yang dia sukai. Entahlah! Aku hanya bisa menghargai tanpa bisa mengomentari.“Kita kembali ke depan, ya! Tidak enak tamu kita ditinggal lama-lama,” ajak Nek Saniah.Aku mengangguk, aku kembali menghadap Pak Munawar. Namun, ketika aku kemb
Last Updated : 2026-04-20 Read more