LOGINAku tidak pernah menyangka bahwa aku akan mempermalukan diri sendiri datang dan meminta seorang lelaki menikahiku. Bukan tanpa sebab, aku melakukannya karena sebuah alasan yang sangat besar. Berawal dari keisenganku yang sering mengintip seorang tetangga yang beberapa kali menjadi pengantin baru. Namun, pernikahan tetanggaku selalu berjalan singkat, dengan akhir yang sama. Kematian tak wajar. Aku nekat masuk ke dalam lingkaran misteri tetanggaku dengan menawarkan diri untuk dinikahi, dengan tujuan ingin menguak misteri penyebab kematian semua wanita yang dia nikahi. Alhasil, pada saat malam pertama, aku dibuat ketakutan oleh lelaki itu. Mungkinkah di malam pertama kami menikah, akan menjadi titik akhir dalam hidupku, dan menjadi bagian dari daftar kematian seperti mereka? Ikuti kisah selengkapnya!
View MoreSEASON 2(POV Elia)(Hari-hari tenangku di rumah ini telah terampas sejak lima belas tahun yang lalu. Dia kembali, dia membawa luka itu kembali. Menggores hatiku dengan kenangan kelam yang pernah dia lakukan pada Nek Lutfi di depan mataku. Aku benci dia. Tidak seharusnya Ayah membawa kembali pembunuh itu ke rumah ini. Dulu, memang, aku hanya bisa diam. Aku terus bersabar setiap hari harus melihat wajahnya atas permintaan Ayah. Namun, kini aku tidak peduli, aku mulai memberontak, dan tak segan mengatakan, ibuku, seorang pembunuh).Tok! Tok! Tok!“Elia! Kamu sudah siap?”Di luar kamar, beberapa kali Ayah mengetuk pintu, memanggilku.Kututup buku diary ini dan kumasukkan benda tersebut ke dalam tas anti airku.Aku beranjak dari meja belajar, lantas berdiri di depan cermin, merapikan kacamata tebal yang bertengger di batang hidungku. Serta kurapikan kedua kepangan rambut ini. Tidak lupa aku membawa dan memasukkan parfum kecil, handuk kecil dan satu stel baju ganti. Hari ini, aku harus per
Aku membeliak tajam, benarkah apa yang dikatakan Tristan itu?“Permainan?” tanyaku. Sungguh, aku tidak pernah menduga jika semua ini hanyalah sebuah permainan. Yang aku tahu, perjalanan hidup yang aku halani, adalah murni proses perjalanan hidup dari Tuhan. Aku tidak pernah mengira, jauhnya aku dari Tristan, bukanlah sebuah settingan. Namun, semuanya salah. Aku terlalu berprasangka baik.Ya! Terkadang terlalu besar prasangka baik, tidak selalu berakhir dengan baik. Namun, bukan berarti aku membenarkan prasangka buruk.Tristan kembali menyesap rokoknya. Asap kembali membumbung keluar dari mulut dan hidungnya.“Ya! Dean dan orang tuamu bekerja sama dengan si penjual sup itu untuk tujuan tertentu. Penculikan yang terjadi padamu, itu tidak benar-benar ada. Semua itu hanyalah sebuah drama. Drama itu Dean yang ciptakan, dan kedua orang tuamu bertugas menyusun skenario. Dean dan orang tuamu tidak sadar, jika aku selalu mengawasimu, walaupun aku tidak ada di dekatmu. Uang bisa membuat mataku
Aku menggelengkan kepalaku cepat. Ibu merasa dan menganggap dirinya yang paling tersakiti. Namun, dia tidak tahu seberapa sakitnya berada di posisiku.“Bukan begitu, Bu. Aku masih punya suami. Aku masih sah istri Tristan. Aku tidak bisa menikah lagi. Aku berhak menolak pernikahan ini,” sahutku.“Ya kalau begitu gugat cerai saja Tristan. Kan beres!” Ibu seolah tidak puas dengan egonya. Menganggap semua hal yang kuhadapi adalah gampang.Ibu tidak paham, masalah ini tidak sesederhana yang dia pikir. Gugat cerai, lalu menikah dengan Dean, dan hidup bahagia. Tidak! Itu salah besar. Kuremas sprei yang tengah aku duduki. Berusaha menahan emosi. Bagaimanapun aku tidak boleh marah terhadap Ayah dan Ibu. Aku harus bisa menahannya.“Kamu bisa menikah dengan Dean. Tidak apa-apa menikah siri, yang penting kalian bersatu. Terserah sekarang kamu tidak mencintainya. Tapi Ibu yakin, perlahan rasa cinta itu akan tumbuh seiring berjalannya waktu. Kamu harus bisa melihat sisi baiknya Dean. Dia banyak b
Seketika kedua mataku berlinang. Mereka ada di sini, kedua wajah yang selalu aku rindukan.“Kamu tidak salah lihat, Sophia. Kemarilah! Kami sudah memaafkanmu!” Ayah berdiri, merentangkan kedua tangannya.Aku berlari, berlabuh pada pelukan pria tua yang menjadi cinta pertamaku. Sebelumnya aku berpikir bahwa empat bulan yang lalu adalah akhir dari pertemuan kami. Namun, aku salah, kini aku bisa merasakannya lagi, pelukan hangat penuh cinta.Tangan lain menggapaiku, membawaku ke dalam pelukannya. Ibu, dia mengecup keningku beberapa kali. Tanda cinta yang dulu selalu ia berikan padaku.Aku mengurai pelukan kami.“Katakan! Kenapa kalian bisa ada di sini? Apakah Ibu dan Ayah sengaja main di sini?” tanyaku.Mereka berdua menggeleng pelan.“Tidak, Sophia. Kami tinggal di sini bersama Dean. Tempat tinggal kita di kampung sudah tidak aman. Jadi, Dean memutuskan untuk membawa kami ke sini, ke rumahnya. Dean juga berusaha mencari kamu ke mana-mana. Petunjuk demi petunjuk dia kantongi. Dan … akhir












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews