“Puas kalian? Puas kalian melakukan ini hampir tiap hari padaku?!”Untuk kali ini aku sudah tidak tahan. Walaupun sebenarnya aku sudah melakukan persiapan membawa baju ganti. Namun, tetap saja, perundungan ini cukup membuatku lelah.Selama ini, aku tidak pernah mengadu kepada siapa pun, termasuk ayahku. Kusimpan rasa sakit ini sendirian. Aku tidak ingin membebani pikiran Ayah, yang setiap hari harus lelah bekerja demi diriku dan juga Ibu.Satu persatu mereka berkumpul, mengelilingiku, menertawakanku, menjadikanku hiburan bagi mereka.“Sayangnya kami belum puas, Elia. Iya nggak, Guys?” ucap Mawar.Mereka menyorakiku. Aku seperti seorang badut tontonan mereka.Mawar, dia adalah mahasiswi populer di kampus ini. Mereka memujinya, mereka juga memujanya layaknya seorang ratu. Dan Mawarlah, pencetus perundungan terhadap diriku, sehingga yang lain ikut merundungku.Selain Mawar adalah anak dari pemilik kampus ini, Mawar juga dinobatkan sebagai wanita yang paling cantik di kampus ini. Bahkan M
Last Updated : 2026-05-12 Read more