“Ka-kamu yakin dia calon suamimu?” bisikku di telinga Shana. Cara bicaraku sampai tergugup.“Iya, dia tampan, kan?” sahut Shana.Bukan soal itu maksudku. Namun, aku tahu siapa dia.Tristan, tentu saja dia, memasuki rumah ini beserta dua orang lelaki tua. Mereka bersalaman dengan keluarga Shana.“Loh, kamu ada di sini?” tanya Tristan. Dia menyalamiku.“Shana sepupuku!” jawabku singkat. Aku membuang muka ke arah lain.Shana heran terhadap kami. Lantas bertanya, “Loh, kalian saling mengenal?”Aku tidak menjawab, hanya duduk dalam keadaan tidak tenang.“Kami tetanggaan. Iya, kan, Sophia?” sahut Tristan. Dia menyunggingkan senyum manis ke arahku.Aku tidak menjawab, hatiku sudah sangat tidak tenang. Kulihat Shana bahagia dengan acara ini. Ini tidak bisa dibiarkan, pernikahan ini tidak boleh terjadi.“Shana! Aku mau ngomong sebentar sama kamu. Ini penting!” Aku menarik tangan Shana.“Ada apa, sih? Acaranya mau dimulai, loh!” sahut Shana.Kulirik sekilas Tristan, dia tersenyum tipis saat kut
Last Updated : 2026-02-27 Read more