Suasana ruang teh itu tidak pernah benar-benar pulih setelah ucapan Serelith tadi, meski Ratu Evelyn akhirnya memecah keheningan dengan suara dingin dan anggun miliknya, udara di ruangan itu sudah telanjur berubah. “Sudah cukup,” ujar sang Ratu sambil meletakkan cangkir tehnya pelan. “Kalian membuat pangeran merasa tidak nyaman.” Ruangan benar-benar senyap sekarang. Tak ada pula yang kembali berbicara seperti sebelumnya, semua orang hanya berpura-pura sibuk dengan pikirannya masing-masing. Namun diam-diam, mata mereka sesekali tetap jatuh pada Caelan. Pada mata abu-abu gelap anak yang sedang duduk dipangkuan Aderyn itu. Setiap kali itu terjadi, dada Aderyn terasa semakin sesak. Ia bisa merasakan jemarinya mulai dingin meski ruangan itu sedang hangat. Akhir-akhir ini juga Caelan selalu gelisah seolah bisa memahami apa yang Aderyn rasakan. Arkhavel yang duduk di sebelahnya akhirnya mengulurkan tangan. “Sini, biarkan aku memegang Carlan, ” katanya pelan. Biasanya Aderyn akan langs
Last Updated : 2026-05-28 Read more