Aderyn terjaga semalam. Ia mendongak memandang ke arah wajah Arkhavel yang kini sedang terpejam sambil mendekap tuhuhnya erat. Melihat itu, membuat dada Aderyn terasa sesak. Hatinya sakit sekali. Pelukan Arkhavel di tubuhnya sangat erat seolah sedang berusaha menahan apapun yang sedang dipikirkan Aderyn untuk bisa terjadi, tapi semakin ia memikirkannya, semakin Aderyn memantapkan langkah untuk pergi. Tak ada cara lain lagi. Kalau sampai Lord Cassian kembali membawa sesuatu, mungkin ia tidak hanya harus pergi, melainkan harus kehilangan kepalanya karena telah berbohong tentang status Caelan. Dan yang lebih buruk lagi, hal itu mungkin akan membuatnya kehilangan Caelan. Membayangkannya saja sudah begitu menakutkan untuk Aderyn. Aderyn melirik ke arah jam besar di bawah kakinya. Sudah tengah malam. Ia kembali teringat pada perkataan Ratu sebelum ia meninggalkan ruangannya tadi sore. "Kalau kau sudah memikirkannya dengan baik, datanglah tengah malam ini bersama Caelan ke taman be
Read more