LOGINDitinggalkan kekasihnya tanpa kabar saat mengandung, Aderyn harus menelan kenyataan pahit ketika ia diusir dari Akademi Kerajaan karena dianggap mencoreng kehormatan. Tanpa tempat kembali, ia bertahan hidup di jalanan hingga akhirnya melahirkan dalam keadaan nyaris tak tertolong—sampai seorang pria misterius datang menyelamatkannya dan memastikan bayinya lahir dengan selamat. Namun pertolongan itu datang dengan syarat, pria tersebut mengakui anak Aderyn sebagai miliknya. Demi mendapat perlindungan dan keselamatan bayinya, Aderyn menerima… tanpa tahu bahwa pria itu adalah Putra Mahkota Arkhavel! Dalam semalam, hidup Aderyn berubah drastis—dari wanita biasa yang terbuang, menjadi wanita yang berdiri di sisi Putra Mahkota dan menggemparkan seisi istana!
View MoreMalam telah turun ketika Aderyn kembali ke kamarnya. Namun bahkan setelah pintu tertutup rapat dan suara langkah kaki para pelayan menghilang dari koridor, pikirannya masih tertinggal jauh di aula dewan. Ia duduk di dekat jendela dengan Caelan yang sedang tertidur di pangkuannya. Tangannya bergerak perlahan mengusap rambut halus anak itu dengan tatapannya yang kosong. Pikirannya terus mengulang kalimat yang sama, yang sejak sore tadi tidak bisa keluar dari kepalanya. "Siapa pun yang memiliki tuduhan terhadap keluargaku..." Aderyn tidak bisa melupakan bagaimana Arkhavel mengucapkan kata itu dengan yakin, seolah kalimat itu memang sudah ada diluar kepalanya, dan telah menjadi bagian hidupnya. Dadanya terasa sesak setiap kali mengingatnya. Karena selama ini, jauh di dalam dirinya, selalu ada bagian yang takut suatu hari Arkhavel mengetahui semuanya. Takut suatu hari pria itu akan menyesal. Takut suatu hari ia dan Caelan akan menjadi beban yang terlalu berat untuk dipertahan
Pagi itu, aula dewan kerajaan terasa lebih penuh dibanding biasanya. Para bangsawan, menteri, dan anggota dewan telah mengambil tempat mereka masing-masing di sepanjang meja panjang yang membelah ruangan. Cahaya matahari yang masuk melalui jendela-jendela tinggi tidak mampu menghangatkan suasana yang sudah lebih dulu dipenuhi ketegangan. Di ujung meja, Arkhavel duduk dengan tenang di kursi putra mahkota, di sisi kanan ruangan, Vaelor tampak bersikap seperti biasa--tenang, rapi, dan sulit dibaca. Sedangkan beberapa kursi dari deretan bangsawan tua tampak dihuni wajah-wajah yang belakangan ini semakin sering berbisik satu sama lain. Rumor telah melakukan apa yang paling sering dilakukan rumor, yaitu menyusup ke tempat-tempat yang seharusnya tidak disentuhnya. Dan kini ia sudah sampai ke ruang dewan. "Kalau begitu kita mulai," suara kepala pencatat kerajaan memecah keheningan. Beberapa agenda awal dibahas terlebih dahulu. Masalah perdagangan, ditribusi gandum, dan perbaikan
Hujan turun sejak dini hari. Rintiknya memukul kaca-kaca tinggi istana, membuat langit pagi terlihat lebih gelap daripada biasanya. Udara dingin menyusup ke koridor-koridor batu yang panjang, sementara para pelayan bergerak lebih cepat sambil membawa nampan, dokumen, dan surat-surat kerajaan. Namun di balik rutinitas yang tampak biasa itu, seluruh istana sedang berada dalam keadaan yang tidak biasa. Rumor telah berkembang terlalu jauh untuk diabaikan. Semua orang mulai sibuk memilih pihaknya masing-masing. Di ruang kerja putra mahkota, Arkhavel berdiri menghadap jendela. Sebuah laporan terbuka di atas mejanya, namun ia belum membacanya sejak lima belas menit terakhir. Pikirannya berada di tempat lain. Sejak Aderyn mengatakan yang sebenarnya beberapa hari lalu, ada sesuatu yang berubah di dalam dirinya. Bukan karena marah, justru karena Aderyn jujur, Arkhavel tidak bisa memaksakan dirinya untuk marah. Ia tahu bagaimana wanita itu menceritakan semuanya dengan tangan gemetar
Tumpukan dokumen memenuhi hampir seluruh permukaan meja Lord Cassian, serta puluhan arsip lain yang sudah berdebu karena bertahun-tahun tidak pernah disentuh. Seorang penjaga arsip tua berdiri tak jauh darinya. "Anda masih mencari laporan dari Greznov, Yang Mulia?" Cassian tidak mengangkat kepala. "Masih." Pria tua itu tampak bingung. "Sudah hampir seminggu Anda memeriksa dokumen yang sama." Cassian menutup satu berkas lalu membuka yang lain. "Karena jawaban yang benar biasanya tersembunyi di tempat yang membosankan." Penjaga arsip itu tidak benar-benar mengerti, tetapi ia cukup bijak untuk tidak bertanya lebih jauh. Setelah pria tua itu pergi, Lord Cassian kembali menatap tumpukan dokumen. Ia tidak mencari bukti perselingkuhan. Tidak juga berusaha menjatuhkan siapa pun, melainkan ia sedang mencari adalah ancaman. Dan saat ini, rumor tentang Lady Aderyn telah berkembang cukup jauh untuk menjadi ancaman politik. Karena jika benar Caelan bukan putra Arkhavel... maka akan
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.