Putra Mahkota Memanjakan Nona dan Bayinya

Putra Mahkota Memanjakan Nona dan Bayinya

last updateTerakhir Diperbarui : 2026-05-31
Oleh:  Thresia AlfinaBaru saja diperbarui
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
Belum ada penilaian
77Bab
364Dibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

Ditinggalkan kekasihnya tanpa kabar saat mengandung, Aderyn harus menelan kenyataan pahit ketika ia diusir dari Akademi Kerajaan karena dianggap mencoreng kehormatan. Tanpa tempat kembali, ia bertahan hidup di jalanan hingga akhirnya melahirkan dalam keadaan nyaris tak tertolong—sampai seorang pria misterius datang menyelamatkannya dan memastikan bayinya lahir dengan selamat. Namun pertolongan itu datang dengan syarat, pria tersebut mengakui anak Aderyn sebagai miliknya. Demi mendapat perlindungan dan keselamatan bayinya, Aderyn menerima… tanpa tahu bahwa pria itu adalah Putra Mahkota Arkhavel! Dalam semalam, hidup Aderyn berubah drastis—dari wanita biasa yang terbuang, menjadi wanita yang berdiri di sisi Putra Mahkota dan menggemparkan seisi istana!

Lihat lebih banyak

Bab 1

Seorang Penolong

Dengan perut yang besar dan berat karena bayi yang tumbuh di dalamnya, Aderyn berjalan sendirian di tengah dinginnya malam bersalju.

Sejak sembilan bulan lalu, ia melewati jalan yang sama, mencari-cari kekasihnya yang hilang tanpa kabar.

“Vaelor…” suaranya serak, nyaris tak terdengar di tengah hiruk-pikuk orang-orang yang berlalu-lalang tanpa peduli.

Satu tangannya menahan perut, sambil melangkah tertatih-tatih. Berharap jika ia mendatangi rumah kecil tempat tinggal Vaelor, ia akan bertemu pria itu.

Tapi rumah itu kosong dan gelap sejak lebih dari sembilan bulan lalu. Dan Aderyn ditinggalkan dalam keadaan hamil anaknya.

Aderyn sebatang kara. Tak punya keluarga yang tersisa, tak punya rumah untuk pulang.

Dulu, ia tinggal di asrama Akademi Kerajaan sebagai siswi di sana.

Tapi, sejak kehamilannya terkuak, ia diusir, status siswi yang ia peroleh dengan beasiswa pun dicabut.

“Aderyn Valeir, dengan ini statusmu sebagai siswi Akademi Kerajaan dicabut. Kehamilanmu menjadi bukti pelanggaran serius terhadap aturan akademi.”

Suara itu masih terngiang jelas di kepalanya.

Sejak saat itu, semuanya runtuh.

Aderyn yang tak punya apa-apa hanya punya Vaelor, pria yang berjanji akan menjaganya. Namun pria itu menghilang.

Tak ada kabar. Tak ada penjelasan. Bahkan satu pun surat yang ia kirim tak pernah mendapat balasan.

Aderyn menggigit bibirnya, menahan rasa perih yang bukan hanya berasal dari tubuhnya.

Seandainya waktu bisa diulang. Seandainya ia tidak begitu mudah percaya pada orang lain, sampai menyerahkan kesuciannya demi cinta yang kini pergi.

Setelah kehilangan segalanya dan tersisa seorang diri, Aderyn baru menyesali kebodohannya.

Ia tahu konsekuensi dari kesalahannya sendiri.

Tapi, bayi ini…

Tangan Aderyn mengusap perutnya yang terasa nyeri.

Bayi ini tidak bersalah. Betapa malangnya ia harus lahir dari ibu yang tak punya apa-apa. Tanpa ayah yang hadir. Tanpa hidup yang layak.

“Akh—!”

Langkah Aderyn terhenti.

Rasa sakit itu datang tiba-tiba, mencengkeram perutnya dengan brutal hingga napasnya tersendat. Otot-otot punggungnya menegang, membuat lututnya gemetar.

Begitu sakit!

Di sekitarnya, orang-orang masih berjalan cepat dengan jubah tebal dan kepala tertunduk, seakan dunia tidak pernah berhenti hanya karena seseorang gadis tengah kesakitan.

Kontraksi itu merambat seperti akar yang mencengkeram dari dalam dan memutar sampai napasnya tercekat di tenggorokan.

Aderyn tersadar. Ia akan segera melahirkan!

Namun berita buruknya, ia sendirian. Aderyn tak memiliki satu orang pun yang bisa dia mintai pertolongan.

Nama Vaelor muncul begitu saja di benak Aderyn. Mengingat namanya saja cukup membuat dada Aderyn terasa sesak.

Ia pernah berpikir, apakah segalanya akan berbeda kalau ia sempat mengatakan pada Vaelor tentang kehamilannya?

Dunia di sekeliling Aderyn bergetar saat lututnya menyerah, punggungnya membentur tiang kayu, napasnya terputus-putus.

Ia tidak tahu lagi apakah cairan yang terasa mengalir hangat di pahanya sekarang adalah air ketuban… atau darah.

“Tidak… tidak sekarang…”

Aderyn hampir jatuh, saat sebuah tangan besar menangkapnya.

“Kau baik-baik saja?” suara berat seorang pria terdengar.

Aderyn mendongak.

Seorang pria berdiri di depannya. Iris matanya biru terang, seakan bersinar di tengah gelap. Rambut hitam legamnya tersisir rapi ke belakang. Tubuhnya tinggi tegap dibalut pakaian sederhana--yang terlihat sangat rapi.

Namun Aderyn tidak punya waktu untuk berpikir banyak tentang siapa pria itu sekarang. Rasa sakit itu kembali menghantam, kali ini bahkan lebih kuat dari sebelumnya.

Ia mencengkeram lengan pria yang masih memeganginya itu tanpa sadar.

“Tolong… tolong saya…”

Napas Aderyn nyaris terputus.

Air matanya jatuh sebelum Aderyn sempat menyelesaikan kalimatnya.

“…Tolong selamatkan bayi ini.”

Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Tidak ada komentar
77 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status