Setelah Aderyn meninggalkan ruangan itu, Serelith langsung mendekati Olivia dengan langkah anggun seperti biasanya. Namun ada sesuatu yang berbeda dari wajahnya—sesuatu yang tidak bisa disembunyikan meski ia berusaha keras menjaga ekspresinya tetap tenang. “Aku tidak tahu kau dan Aderyn ternyata cukup akrab, Olivia,” ucap Serelith penuh nada sindiran. Olivia menoleh sekilas, lalu tersenyum ringan, seolah hal itu tidak cukup untuk membuatnya terganggu, “Kupikir kau juga bisa mencoba mengenalnya, Serelith. Dia gadis yang baik. Lagipula, kalian sekarang saudara ipar.” Ia mengangkat gelas anggurnya, lalu menyesap pelan tanpa terburu-buru. “Aku tidak terlalu suka berpura-pura menjadi ‘wanita baik’,” balas Serelith dengan senyum tipis yang lebih mirip ejekan. “Kau tahu kan? Aku tidak berteman dengan orang yang bermuka dua.” Olivia menghela napas kecil. “Melihat bagaimana Arkhavel memperlakukannya, aku yakin dia benar-benar orang yang baik. Arkhavel tidak pernah salah menilai orang… kec
Last Updated : 2026-05-19 Read more