Dengan perut yang besar dan berat karena bayi yang tumbuh di dalamnya, Aderyn berjalan sendirian di tengah dinginnya malam bersalju.Sejak sembilan bulan lalu, ia melewati jalan yang sama, mencari-cari kekasihnya yang hilang tanpa kabar.“Vaelor…” suaranya serak, nyaris tak terdengar di tengah hiruk-pikuk orang-orang yang berlalu-lalang tanpa peduli.Satu tangannya menahan perut, sambil melangkah tertatih-tatih. Berharap jika ia mendatangi rumah kecil tempat tinggal Vaelor, ia akan bertemu pria itu.Tapi rumah itu kosong dan gelap sejak lebih dari sembilan bulan lalu. Dan Aderyn ditinggalkan dalam keadaan hamil anaknya.Aderyn sebatang kara. Tak punya keluarga yang tersisa, tak punya rumah untuk pulang.Dulu, ia tinggal di asrama Akademi Kerajaan sebagai siswi di sana.Tapi, sejak kehamilannya terkuak, ia diusir, status siswi yang ia peroleh dengan beasiswa pun dicabut.“Aderyn Valeir, dengan ini statusmu sebagai siswi Akademi Kerajaan dicabut. Kehamilanmu menjadi bukti pelanggaran se
Last Updated : 2026-03-02 Read more