Tanpa sadar, dia melirik sekilas ke arah itu. Sebuah mobil sedan hitam tiba-tiba melaju kencang, langsung mengarah ke mereka.“Awas!”Lili bereaksi lebih cepat. Dia dorong Joana dengan kuat.Tubuh Joana terhuyung ke samping, langkahnya goyah sebelum akhirnya jatuh ke tanah.Lalu .... Brak!Suara benturan keras menggema.Saat Joana noleh, Lili sudah terpental jauh, tubuhnya terguling dua kali di atas jalan.“Lili!” Joana teriak dengan panik.Pupil matanya menyusut drastis, dipenuhi ketakutan yang nggak bisa dilukiskan.Nggak pikir apa pun lagi, Joana segera lari ke arah Lili dan berlutut di sampingnya.Tubuh Lili berlumuran darah, tergeletak nggak gerak.Di detik itu, Joana merasa seolah darahnya mengalir mundur, dingin yang menusuk buat seluruh tubuhnya gemetar.“Lili, kamu gimana? Jangan nakut-nakutin aku dong .…”Joana panggil sahabatnya dengan suara bergetar, tangannya gemetar nggak terkendali.Lili muntah darah, dengan susah payah paksakan satu kata keluar dari bibirnya, “Lari!”Jo
Baca selengkapnya