“Sudah puas lihatnya?”Suara rendah Surya tiba-tiba terdengar. Joana tersentak, kesadarannya seketika langsung kembali.Wajahnya langsung memerah. Seperti tertangkap basah saat lakukan sesuatu yang memalukan.“Pak Sur, Surya, aku … itu .…” Joana terbata-bata, berusaha jelaskan.“Suka sekali ngintip pria mandi? Suamimu nggak cukup puaskan kamu?”Surya sipitkan matanya, nadanya rendah dan menggoda.Hati Joana bergetar. Dia menunduk canggung, nggak berani lagi menatap Surya. Dan tanpa disadari, kata-kata pria itu justru kena tepat sasaran.Suaminya, Fajar, memang nggak pernah “cukup puaskan” dia.Bahkan, bukan nggak cukup, melainkan nggak pernah sama sekali.Sejak nikah, pria itu jaga diri demi kakaknya, Diana, dan nggak pernah sentuh Joana sedikit pun. Ironisnya, justru karena nggak pernah memiliki, Joana semakin ingin itu. Bahkan sampai memicu gejolak yang nggak bisa dia kendalikan. Joana merasa dia harus segera pergi. Kalau nggak, dia takut hilang kendali lagi.Namun sebelum sempat ger
Read more