Dengar itu, Ahmad nggak bisa sembunyikan rasa senangnya.“Makasih, Pak Rudi!”Dengan campur tangan Rudi untuk bereskan Joana, dia akhirnya bisa bernapas lega.Malam semakin larut. Namun lampu di kantor presiden masih menyala terang. Jethro dorong pintu dan masuk. Lihat sosok tinggi yang berdiri sendirian di depan jendela besar, hisap cerutu dalam kesunyian, dia nggak kuasa tahan helaan napas.“Pak Surya .…”Jethro jalan mendekat, coba membujuk, “Sebenarnya, kebocoran proyek BC kali ini bukan pada bagian inti, dan sudah berhasil ditekan tepat waktu. Jika kamu bersedia terbang langsung ke Jervico untuk jelaskan ke pihak sana, mereka belum tentu tetap bersikeras batalkan kerja sama.”Butuh waktu lama sebelum Surya akhirnya bersuara pelan, “Aku tahu.”Jethro tertegun.“Kalau kamu sudah tahu, lalu kenapa masih ….” begitu khawatir dengan itu?Sudah hampir pukul sebelas malam, tapi dia masih belum pulang. Surya berbalik, melangkah ke kursi kerjanya dan duduk. Tangannya terangkat, memijat peli
Read more