Jangan harap!……Beberapa hari kemudian, kakaknya, Diana, kembali dari Palaso dengan “panen besar”.Fajar juga pulang.Malam itu, ia sedang mandi di kamar mandi.Saat Joana lewati kamarnya, ia dengar HP-nya terus berdering tanpa henti.Joana ragu sejenak, lalu tetap melangkah masuk.Awalnya ia berniat bantu jawab telepon itu.Nggak disangka, begitu HP terangkat, panggilan di seberang justru terputus dengan sendirinya.Di layar tertera panggilan nggak terjawab, “Diana”.Jadi barusan itu telepon dari Diana?Sudah semalam ini, ngapain kakaknya telepon suaminya?Alis Joana berkerut tanpa sadar.Nggak lama kemudian, ia lihat pesan yang dikirim Diana ke Fajar.[Fajar, makasih sudah bayarin semua belanjaanku di Palaso. Aku suka sekali hadiah-hadiah yang kamu kasih! Memang kamu yang paling ngerti aku!]Kepala Joana berdengung.Tangannya refleks genggam HP itu erat-erat.Beberapa hari terakhir, Diana berkali-kali pamerkan hasil belanjanya di Palaso, gaun haute couture, perhiasan, tas-tas mewah
Read more