Tubuhnya mendadak menggigil. Joana percepat langkahnya, lari menuju pintu keluar. Tiba-tiba kakinya tersandung sesuatu, Joana terhuyung, lalu jatuh tepat ke dalam dada seorang pria.“Cantik, sekarang kamu milikku!”Joana belum sempat bereaksi, tubuhnya sudah ditekan ke bawah oleh pria bertubuh kekar itu. Tangan kasar pria itu mulai robek gaunnya.“Lepaskan aku!”Joana teriak sekuat tenaga, meronta dengan tangan dan kakinya. Namun sia-sia. Tenaga pria itu terlalu besar, ditambah gerakannya yang brutal dan liar, Joana sama sekali bukan tandingannya.“Aku justru suka yang liar begini!”Suara cabul bercampur tawa kasar itu menusuk telinganya. Amarah Joana meledak. Kakinya nggak sengaja tendang sesuatu di dekat dinding, sebuah benda logam yang menonjol. Rasa sakit tajam seketika menjalar, buat Joana terengah tahan perih. Tepat saat itu, sebuah suara pria terdengar dari atas, rendah, dingin, dan penuh wibawa.“Lepaskan dia!”Joana dan pria yang menindihnya sama-sama tertegun, lalu noleh ke
Baca selengkapnya