“Mm .…”Joana kembali dipaksa tenggelam dalam ciuman panasnya. Seketika itu juga suasana ruang makan berubah dipenuhi nuansa yang samar, hangat, dan menggoda.Beberapa saat kemudian, barulah Surya lepaskan Joana. Dia raih tangan ramping Joana, lalu tempelkan itu ke dada bidangnya.“Gimana kalau kamu ganti saja? Cari pria yang ganteng, tubuhnya bagus, dan bisa diandalkan, seperti aku, untuk jadi suamimu?”Kelopak mata Joana berkedut.‘Apa maksudnya? Jangan-jangan, Surya sedang suruh dia pilih dirinya?’Wajah Joana langsung memerah. Dia refleks ingin tarik tangannya kembali, namun Surya tahan itu erat-erat.Dengan panik, Joana ingatkan, “Surya, jangan kayak gini. Kita sudah sepakat cuma jadi teman tidur.”Wajah pria itu langsung jadi muram. Dia sipitkan matanya, menatap Joana dalam.“Kamu beneran cuma ingin jadikan aku teman tidurmu?”Tanpa ragu, Joana mengangguk.“Iya.”Dia hanya ingin pertahankan hubungan itu, nggak mau melangkah lebih jauh.Untuk pertama kalinya, Surya rasakan kegagal
Read more