Semua terlebih dulu tundukkan kepala dan berdoa selama satu menit di depan foto almarhum. Setelah itu, mereka jalan hampiri keluarga yang ditinggalkan. Karena terlalu larut dalam duka, Naura nggak sanggup berdiri lagi, dia hanya bisa terduduk lemah di kursi.Arya masih berusaha tegar, meski tangannya harus pegangan pada sandaran kursi demi tahan gejolak emosinya.“Turut berduka cita. Semoga seluruh keluarga diberi ketabahan.”Surya berdiri di hadapan mereka dan ucapkan itu dengan suara rendah. Lalu dia jabat tangan Arya. Naura kembali terisak pelan. Surya hibur dia dengan beberapa kalimat sebelum salami satu per satu anggota Keluarga Geraldi lainnya.Joana berdiri di barisan paling belakang Keluarga Geraldi. Dia kenakan gaun hitam sederhana, rambutnya disanggul rapi, nggak ucapkan sepatah kata pun. Seluruh dirinya pancarkan kesunyian yang dingin. Ketika Surya sampai di hadapannya, pria itu ulurkan satu tangan. Saat lihat Surya, Joana sempat terpaku.‘Dia datang juga?’Hari ini Surya ke
Read more