Surya rengkuh pinggangnya erat, tarik tubuh Joana semakin dekat hingga nyaris nggak ada jarak. Hembusan napas panasnya menyapu telinga Joana.“Kamu mau berapa kali?”Joana angkat tangannya, pura-pura hitung dengan jari.“Satu, dua, tiga, atau … sekuatmu saja. Mau berapa kali, yah berapa kali. Kalau capek, berhenti saja.”Surya mendengus pelan, dahinya menempel pada dahi Joana.“Kamu yang bilang sendiri yah, mau berapa kali terserah aku.”Joana lingkarkan tangan di lehernya Surya, lalu tiba-tiba gigit ringan. Surya mengerang pelan, tubuhnya langsung jadi tegang. Bukan rasa sakit, hanya sensasi samar seperti sentuhan ringan, namun cukup untuk tinggalkan jejak hangat di kulitnya.Sorot mata Surya langsung berubah. Nggak bicara apa-apa lagi, Surya angkat tubuh Joana dan bawa dia keluar dari bar.Surya nggak sabar bawa Joana kembali ke vila. Jadi, Surya langsung bawa Joana ke hotel bintang lima terdekat. Begitu pintu tertutup, Surya tekan Joana ke dinding dan ciumi dia tanpa jeda.Terbawa s
Read more