Share

Bab 53

Penulis: Bella Amara
“Gimana kalau kamu jujur saja ke aku, sebenarnya kamu pinjam berapa banyak dari orang-orang Grup Horusan? Kita sama-sama cari cara untuk segera lunasi itu,” ujar Joana.

Baginya, bayar utang jauh lebih mudah daripada utang budi. Apalagi jika harus utang budi ke Surya.

Dengan hubungan mereka yang seperti sekarang, minta bantuannya saja sudah sulit. Kalaupun Surya bersedia tolong, budi itu bukan sesuatu yang bisa Joana balas. Lebih baik Joana bantu Jordan cari cara untuk kumpulkan uangnya.

Jordan t
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Kita Sudah Pisah Ranjang, Mengapa Kamu Baru Menyesal?   Bab 620

    Sonya nggak berani bayangkan apa akibatnya nanti.“Aduh, sakit.”Tiba-tiba Sonya mengaduh sambil mengernyit kesakitan. Barulah perhatian Fajar yang sempat buyar sesaat kembali tertarik padanya. Sonya baru saja merasa lega, ketika suara Faiz kembali terdengar dari ujung telepon.“Meskipun sebelumnya ada orang yang sengaja kacaukan penyelidikan dan kasih informasi palsu untuk sesatkan kita, setelah saya selidiki ulang selama beberapa waktu ini, akhirnya saya bisa pastikan kalau pemilik saputangan itu benar-benar Joana!”“Dan berdasarkan hasil penyelidikan, tempat sekolah serta waktu Joana bersekolah dulu semuanya cocok dengan datamu.”Buzz! Kepala Fajar langsung berdengung.Dia benar-benar terpaku. Wanita yang selama ini mati-matian dia cari, ternyata adalah mantan istrinya sendiri. Kalau sejak awal dia tahu Joana adalah cinta pertama yang selama ini penuhi hatinya, ngapain dia bersusah payah cari orang lain? Dan kalau Fajar tahu lebih cepat, gimana mungkin mereka bisa sampai cerai?Peny

  • Kita Sudah Pisah Ranjang, Mengapa Kamu Baru Menyesal?   Bab 619

    Itu adalah ciuman yang nyaris buat napas terhenti. Jari-jari panjang Surya tahan belakang kepala Joana dengan erat. Ciumannya kasar, penuh dominasi. Seolah ingin telan seluruh suara protes dan perlawanan wanita itu.“Mmh .…”Kedua tangan Joana tekan dada pria itu, berusaha dorong dia menjauh.“Buka mulutmu.”Suara Surya terdengar rendah dan penuh tekanan saat bibir mereka masih saling menempel. Joana sudah dibuat pusing oleh ciumannya hingga hampir kehabisan napas.Saat dengar nada perintah itu, bibirnya yang lembut seperti kelopak bunga sakura tanpa sadar sedikit terbuka. Surya langsung manfaatkan celah itu. Surya terobos masuk, buka pertahanan terakhirnya, lalu serbu tanpa ampun. Ujung lidah Joana rasanya mati rasa gara-gara ciuman pria itu. Dia nyaris nggak punya kekuatan untuk melawan. Ini adalah pelukan dan penghiburan yang paling intens dan penuh dominasi yang pernah Joana rasakan.“Kenapa kamu selalu tutup hatimu rapat-rapat dari aku?”Suara serak Surya terdengar tepat di dekat

  • Kita Sudah Pisah Ranjang, Mengapa Kamu Baru Menyesal?   Bab 618

    Bekas ikatan itu tampak begitu jelas dan menyakitkan untuk dilihat. Pupil mata Surya kembali menyusut. Setelah sampirkan jasnya ke tubuh Joana yang kurus dan gemetar, pria itu langsung tarik pinggangnya erat dan peluk dia ke dalam dada.“Semuanya sudah baik-baik saja. Sekarang kamu aman. Selama aku di sini, kamu nggak perlu takut apa pun.” Suara lembut dan hangat itu terus berbisik di telinga Joana, perlahan tenangkan dia berulang kali.Sejujurnya, Joana sangat ingin manfaatkan kesempatan ini untuk bersandar di pelukannya. Cari tempat berlindung yang aman. Namun dia nggak boleh. Dia nggak izinkan dirinya terlalu bergantung pada Surya. Dan dia juga nggak boleh kembali biarkan hatinya bergetar untuk pria itu. Karena sejak awal mereka berdiri di pihak yang berbeda. Suatu hari nanti, mereka ditakdirkan jadi musuh. Kalau gitu, lebih baik semuanya nggak pernah dimulai.“Lepaskan aku.”Tiba-tiba Joana bersuara pelan sambil berusaha lepaskan diri dari pelukannya.Tubuh Surya langsung tegang.

  • Kita Sudah Pisah Ranjang, Mengapa Kamu Baru Menyesal?   Bab 617

    Sekali pukul. Lalu pukulan berikutnya. Keras. Berat. Tinju Surya hantam wajah pria itu tanpa ampun. Satu demi satu pukulan mendarat telak. Nggak butuh waktu lama hingga wajah pria itu babak belur dan nyaris nggak bisa dikenali lagi. Dalam sekejap, seluruh ruangan hanya dipenuhi jeritan kesakitan pria itu. Dua rekannya yang sebelumnya dipukul jatuh oleh Surya sempat ingin maju hentikan. Namun pada akhirnya mereka nggak berani. Aura dingin dan tekanan mengerikan yang dipancarkan pria itu benar-benar buat mereka ciut. Joana perlahan bangkit dari lantai. Tatapannya kosong. Otaknya nggak mampu berpikir lagi. Namun suara pukulan demi pukulan yang terus bergema di telinganya perlahan tarik kembali kesadarannya. Bulu matanya bergerak pelan. Akhirnya dia bereaksi. Saat noleh, Joana lihat Surya sedang tindih pria itu sambil hajar dia tanpa ampun.Joana hampir kira dirinya sedang mimpi.Surya? Dia nggak salah lihat, kan? Beneran pria itu datang selamatkan dia?Seketika hati Joana terasa hangat.

  • Kita Sudah Pisah Ranjang, Mengapa Kamu Baru Menyesal?   Bab 616

    “Cantik sekali. Sini, biar kita temani kamu main-main?”Kedua pria itu menatap Joana dengan senyum mesum yang menjijikkan.“Jangan mendekat!”Joana menggeleng panik sambil terus mundur. Saat salah satu pria hampir sentuh dia, tiba-tiba pria ketiga tahan mereka.“Bukannya ini agak berbahaya? Kalau Tuan Fajar sampai tahu, kita bisa habis .…”Gimanapun juga, wanita ini adalah mantan istri Fajar. Kalau mereka berani sentuh wanitanya, akibatnya pasti nggak akan ringan.“Takut apa? Ada Nona Sonya yang belain kita. Kalau terjadi apa-apa, dia yang tanggung jawab! Kita tinggal ambil uang dan nikmati wanita ini saja!”Tatapan mereka sudah dipenuhi hawa nafsu. Di depan kecantikan seperti ini, mereka sudah nggak peduli lagi dengan akibatnya.“Jangan mendekat!”Tubuh Joana gemetar ketakutan. Pupil matanya mengecil tajam. Jadi, semua ini memang perintah Sonya? Seberapa besar kebencian wanita itu ke dia? Nggak cukup fitnah dia di depan Fajar, sekarang juga mau suruh para pria ini perkosa dia ….Terla

  • Kita Sudah Pisah Ranjang, Mengapa Kamu Baru Menyesal?   Bab 615

    Surya!Sejak awal Fajar sudah curiga, Joana ceraikan dia demi bisa dekati pria itu. Kesadaran itu buat Fajar dipenuhi kegilaan dan kecemburuan.Selama ini, Fajar selalu simpan rasa rendah diri. Meskipun sekarang, dia sudah jadi pewaris Keluarga Geraldi, perasaan itu tetap nggak pernah hilang. Terlebih jika dibandingkan dengan pewaris keluarga bangsawan sejati seperti Surya, seorang pria yang sejak lahir sudah hidup di tengah kemewahan dan status tinggi.Dalam hati, Fajar selalu merasa dirinya masih kalah. Dan kini, keyakinannya semakin kuat kalau alasan Joana ceraikan dia adalah demi “naik kelas” bersama Surya. Gimana mungkin Fajar bisa terima itu?Dengan langkah besar, Fajar jalan menuju Joana yang baru saja susah payah bangkit dari lantai sambil gemetar. Tatapannya penuh kebencian.“Aku nggak nyangka kamu sekejam ini! Kamu tega lukai Sonya sampai seperti ini? Selama ini aku salah nilai kamu! Aku kira kamu wanita baik-baik, ternyata kamu lebih jahat dari siapa pun! Hanya demi posisi N

  • Kita Sudah Pisah Ranjang, Mengapa Kamu Baru Menyesal?   Bab 4

    Semalam suntuk, Joana nggak bisa pejamkan mata.Kekosongan di tubuhnya dan pukulan di hatinya buat dia benar-benar nggak bisa tidur.Syukurlah keesokan paginya ia nggak terlambat masuk kerja.Namun saat Joana menguap kecil dan melangkah ke kantor, ia segera rasakan suasana yang aneh.“Hari ini ada p

  • Kita Sudah Pisah Ranjang, Mengapa Kamu Baru Menyesal?   Bab 3

    Wajah cantik Joana seketika langsung membeku.Fajar lihat kilasan kecewa yang melintas di dasar matanya. Namun bibir tipisnya tetap bergerak dingin. “Maaf. Aku sudah bilang berkali-kali, aku punya gangguan OCD.”“Ta-tapi, Suamiku … aku .…” Joana bicara tergesa.Ia sudah sakit. Ia sangat butuh seoran

  • Kita Sudah Pisah Ranjang, Mengapa Kamu Baru Menyesal?   Bab 2

    Joana keluar dari ruang periksa, ambil obatnya, lalu bergegas tinggalkan rumah sakit.Setiap kali ingat adegan barusan, gimana seorang dokter pria perintahkan dia lepas celana dan periksa dia, wajahnya langsung memerah tanpa bisa dicegah.Jika sampai tersebar, ia benar-benar nggak akan berani ketemu

  • Kita Sudah Pisah Ranjang, Mengapa Kamu Baru Menyesal?   Bab 1

    “Lepas dulu, lalu berbaring!”Suara pria yang rendah dan dingin itu menggema di ruangan.Jantung Joana Widodo berdegup keras. Ia sendiri nggak tahu sejak kapan dirinya mengidap penyakit memalukan yang sulit dijelaskan itu. Setiap kali kambuh, hasratnya datang begitu kuat, nggak kenal waktu dan tempa

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status