Tanpa disadari, tatapan Surya terlalu membakar, terlalu penuh dengan hasrat yang menguasai. Joana merasa seluruh tubuhnya nggak nyaman. Jadi, dia secara refleks langsung menghindar.Namun Lili yang berdiri di sampingnya justru ikut sadar dengan keberadaan pria itu. Seketika dia berseru kegirangan.“Ya ampun! Itu kan bos besar? Nggak nyangka, akhir pekan ke arena kuda malah bisa nggak sengaja ketemuan sama dia!”Belum sempat Joana bereaksi, Lili sudah tarik tangannya, lari ke arah Surya.Sebenarnya, Surya adalah orang pertama yang lihat mereka datang. Namun secara tindakan, reaksinya kalah cepat dibanding Yusin. Sebagai tuan rumah, begitu lihat Joana dan Lili, Yusin langsung berdiri dan jalan hampiri mereka.Surya yang tadinya sudah hendak bangkit, justru kembali silangkan kakinya. Tatapannya melekat erat pada punggung Yusin.“Joana, akhirnya kalian datang! Aku sudah tungguin kalian!”Dari kejauhan, Yusin sapa mereka dengan senyum lebar, tangannya isyaratkan ajakan.“Maaf, kami datang a
Read more