Saat hampir sampai di mobilnya, akhirnya Joana dorong Surya menjauh.“Nggak usah, sementara ini aku belum lapar.”Joana cari alasan untuk tolak dengan halus.“Kalau gitu, kita tunggu kamu lapar baru makan.”Surya sama sekali nggak berniat pergi lebih dulu. Dia tetap pilih temani Joana.Joana menatapnya tanpa daya. Joana tahu sebenarnya hatinya senang. Karena bersama pria itu buat begitu banyak kenangan lama kembali muncul. Di lubuk terdalam hatinya, Joana masih rindukan kehangatan yang pernah mereka bagi bersama. Namun, dia nggak boleh. Kalau sejak awal sudah tahu hubungan ini nggak akan berakhir baik, maka Joana nggak seharusnya biarkan dirinya semakin tenggelam.Kasih Surya kesempatan sama saja kasih kesempatan ke dirinya sendiri. Dan Joana tahu, semuanya nggak boleh berlanjut lebih jauh lagi. Namun gimanapun juga, tadi Surya memang sudah tolong dia. Kalau pria itu nggak muncul tepat waktu, dari cara Sonya bersikap tadi, rasanya wanita itu benar-benar ingin cabik dia hidup-hidup.“Ma
Read more