Joana tahu, ibunya kembali datang sebagai juru bicara ayahnya. Sejak kecil sampai sekarang, ibunya nggak pernah benar-benar ada di pihaknya. Setiap kali ayahnya menuntut sesuatu secara berlebihan dan Joana tolak untuk turuti itu, maka ibunyalah yang akan dikirim untuk bujuk dia.Dulu, Joana selalu merasa kasihan pada nasib ibunya di Keluarga Widodo. Dia sering ikut rasakan penderitaan sang ibu. Karena itu, tanpa sadar Joana terus ngalah. Biarkan kedua orang tuanya mainkan peran, satu jadi “orang baik”, satu lagi jadi “orang jahat”, lalu kendalikan dia sesuka hati.Namun perlahan, Joana mulai sadar sesuatu. Sebenarnya ibunya nggak layak dikasihani. Semua penghinaan yang ibunya terima di Keluarga Widodo, perlakuan buruk ayahnya, semua itu ibunya jalani dengan sukarela. Joana pernah berniat bantu. Dia pernah ingin bawa ibunya pergi tinggalkan Keluarga Widodo dan mulai hidup baru bersama. Namun dibandingkan uang dan kekuasaan ayahnya, keberadaan dirinya sebagai seorang anak perempuan terny
Magbasa pa