Beberapa hari berikutnya, Surya tetap seperti biasa, selalu jemput Joana pulang kerja setiap hari. Namun pria itu nggak pernah desak Joana untuk segera kasih jawaban. Seolah Surya sengaja serahkan semua keputusan ke Joana. Biarkan semua berjalan sesuai ritme wanita itu sendiri. Dan justru karena sikapnya itu, Joana merasa jauh lebih tenang.Hari itu, Joana makan malam bersama sahabatnya, Lili. Mereka saling tukar cerita tentang keadaan masing-masing akhir-akhir ini.Tiba-tiba Lili tanya, “Joana, sebentar lagi ada libur tanggal merah beberapa hari. Kamu punya rencana apa?”Joana angkat alis dengan santai.“Tidur di rumah, baca buku, main HP.”Sudut bibir Lili langsung berkedut.“Serius? Bosan banget. Kamu nggak mau jalan-jalan?”“Jalan-jalan? Kalau libur tanggal merah beberapa hari pasti penuh orang. Aku malas desak-desakan.”Lili langsung kasih usul, “Kalau gitu kita pergi ke luar negeri saja?”“Di luar negeri juga pasti sama, ramai banget.”Sekarang setiap kali musim liburan tiba, man
Magbasa pa