“Tolong! tolong aku!”Joana teriak sekuat tenaga. Tubuhnya sudah lemas jatuh terduduk di lantai. Wajahnya pucat pasi. Napasnya semakin pendek dan kacau.…Diana kembali datang ke bagian gudang dan temui pria yang telah dia sogok sebelumnya.“Gimana urusannya?” tanyanya dengan nada dingin.Pria itu menunduk hormat lalu lapor, “Nona Besar, saya sudah ikuti instruksi Anda. Saya tipu Joana pergi ke gudang bawah tanah, lalu setelah dia masuk, saya kunci pintunya dari luar dan matikan semua lampunya.”Hati Diana langsung sangat puas.“Bagus, sangat bagus.”Tatapannya pancarkan kegembiraan penuh dendam.Diana tahu Joana mengidap claustrophobia. Karena itulah dia sengaja suruh pria gudang itu pancing Joana ke sana. Tujuannya hanya satu, dia ingin Joana mati. Sebenarnya bukan berarti Diana sama sekali nggak bisa biarkan perempuan itu hidup. Sayangnya, Joana terlalu nggak tahu diri, berani bersaing dengan dia. Kalau gitu, dia juga nggak akan bersikap lunak lagi.Apa Joana pikir hanya karena berh
Read more