Joana langsung terpaku.‘Surya, kenapa dia ada di sini? Dan bahkan keluar dari rumah sahabatnya?’Saat dirinya masih linglung, Surya sudah jalan mendekat.“Kamu sudah pulang?”“Hmm.”Joana akhirnya tersadar dan refleks mengangguk. Tanpa banyak bicara, Surya langsung rangkul bahunya.“Ayo masuk.”Joana hanya bisa ikuti langkahnya dengan bingung. Awalnya Joana ingin lepaskan diri. Namun begitu teringat pria itu mungkin sengaja berakting untuk diperlihatkan ke Fajar, Joana pilih ikut bermain.Baru saja mereka melangkah masuk, suara Fajar terdengar dari belakang.“Joana, sekarang aku tinggal tepat di sebelahmu. Kalau ada apa-apa, kamu bisa kapan saja cari aku.”Langkah Joana sempat terhenti. Rasa jijik melintas sesaat di wajah cantiknya. Yang dia inginkan hanyalah pria itu menjauh darinya. Semakin jauh, semakin baik. Bahkan jika benar-benar ada masalah, Joana juga nggak ingin minta bantuan Fajar.Brak! Sebelum Joana sempat jawab, Surya sudah lebih dulu tutup pintu apartemen untuknya. Anehn
Read more