Fajar sipitkan matanya.“Teman dekatmu?”Joana buru-buru mengangguk.“Iya, biasanya aku setiap hari selalu hubungi dia untuk kasih kabar kalau aku baik-baik saja. Tapi beberapa hari ini aku sama sekali nggak hubungi dia. Dia pasti khawatir terjadi sesuatu ke aku, jadi aku terpaksa telepon dia .…”Semakin akhir, suaranya semakin pelan. Karena tatapan Fajar kepadanya semakin tajam. Seolah Fajar tahu kalau Joana sedang bohong. Beberapa saat kemudian, barulah ekspresinya kembali normal seperti biasa.“Kalau kamu kangen dia, besok aku akan bawa kamu temui dia.”Joana baru saja ingin bilang nggak perlu, tetapi Fajar sudah berbalik pergi lagi. Kali ini, setelah Fajar pergi, Joana nggak berani lagi hubungi Surya. Dia takut pria itu tiba-tiba kembali lagi tanpa diduga, lalu pergoki dia sedang telepon Surya. Kalau sampai begitu, Joana mungkin nggak akan pernah punya kesempatan lagi untuk minta pertolongan ke pria itu.Sekarang, satu-satunya harapan Joana hanyalah Surya hubungi dia lebih dulu. Se
Baca selengkapnya