Joana menggeleng pelan, lalu noleh menatap Surya.“Nggak apa-apa, Pak Surya. Tadi makasih yah.”Tatapan mata Surya yang dalam telusuri wajahnya.“Makasih? Terus?”Joana berkedip, sedikit bingung.“Terus apa?”Dengan nada nggak puas, Surya ingatkan, “Sepertinya kamu sangat suka cuma bilang makasih saja.”Joana tertegun.Jangan-jangan Surya harapkan sesuatu yang lebih nyata sebagai balasan?Dengan hati-hati Joana tanya, “Surya, emangnya kamu mau aku gimana balasnya?”Tatapan Surya jatuh pada dirinya.Hari ini Joana pakai setelan kerja putih yang pas di tubuh, bentuk lekuk tubuhnya dengan sempurna, sebuah pesona yang halus namun sulit diabaikan.Dan saat ini, Joana menatapnya dengan wajah polos tanpa daya.Seketika, ingatan tentang mimpi semalam terlintas di benaknya, mimpi yang terlalu nyata, terlalu panas. Tubuhnya terasa memanas tanpa bisa dikendalikan. Surya hampir tergoda untuk tekan Joana di kursi belakang mobil saat itu juga.Tiba-tiba, Surya mendekat. Jarak mereka kini nggak sampa
Read more