Semua anggota keluarga Mahendra berkumpul saat Arjuna dan Aluna masuk dan semua mata kini langsung tertuju ke pintu pada mereka.Suasana berubah seketika. Lalu Soetomo Mahendra—ayah Arjuna, berusia enam puluh tahun, terlihat lebih lemah dari terakhir kali Aluna melihatnya, berdiri dari kursinya di ujung meja."Arjuna! Aluna! Kalian datang!" Suaranya hangat, tapi ada sesuatu yang dipaksakan di baliknya."Ayah." Arjuna mengangguk. "Kami tidak bermaksud untuk datang terlambat."Soetomo mendekat, memeluk Arjuna. Pelukan canggung yang tidak dibalas. Lalu ia menatap Aluna dengan senyum. "Aluna, selamat datang di keluarga besar Mahendra.""Terima kasih, Pak."Soetomo berbalik menghadap semuanya di meja. "Semuanya, ini Aluna. Istri Arjuna."Satu per satu, mereka memperkenalkan diri.Di ujung meja ada Wulan—ibu Rendra tersenyum tipis, tapi matanya dingin. Jelas masih menyimpan sesuatu untuk Arjuna. Di sampingnya ada Tante Siska—adik Soetomo, memiliki sifat keras, cerewet, sorot matanya langsu
Read more