Keesokan harinya di kantor pengacara, Firma hukum. Arjuna, Wulan, Rendra, Pak Hendra selaku pengacara keluarga, dan dua saksi sudah hadir.Semua duduk mengelilingi meja saat Pak Hendra membuka dokumen resmi."Terima kasih sudah hadir. Kita akan memulai pembacaan surat wasiat terakhir Bapak Soetomo Mahendra."Pak Hendra menyesuaikan kacamatanya, saat mulai membaca."Saya, Soetomo Mahendra, dalam keadaan waras dan sadar."Pak Hendra membacakan pembukaan hingga pada sampai pada inti surat wasiat."Kepada istri saya, Wulan Mahendra diberikan 10% saham Mahendra Group, rumah keluarga di Menteng, dan aset pribadi senilai lima puluh miliar rupiah."Wajah Wulan tegang. Ia tidak puas dan mengharapkan lebih dari itu."Kepada putra kedua saya, Rendra Mahendra diberikan 25% saham Mahendra Group, penthouse di Kemang, dan aset pribadi senilai seratus miliar rupiah."Rendra mengangguk."Kepada putra pertama saya, Arjuna Mahendra diberikan 65% saham Mahendra Group, menjadikannya pemegang saham mayorit
Read more