Sofia melemparkan kaos rumahan katun berwarna abu-abu tepat ke wajah Riga yang masih berbaring malas."Pakai bajumu, Ga! Kau membuatku pusing," gerutu Sofia sambil terus menggosok rambut basahnya dengan handuk.Sofia berusaha keras tidak menatap tubuh atletis suaminya. Bukan karena takut kembali tergoda, tapi bercak kemerahan di leher dan dada bidang Riga, jejak yang ia buat sendiri dalam kepasrahan membuat wajah Sofia kembali memanas.Rasa malu menyergap Sofia. Sungguh ia tak menyangka sisi liarnya bisa keluar sedahsyat itu.Sementara itu, Riga justru tertawa rendah, suara baritonnya terdengar begitu puas.Bukannya memakai kaos itu, ia malah bangkit dan menyambar pinggang Sofia. Dalam satu gerakan lincah, ia menarik Sofia hingga duduk di pangkuannya, tepat di depan jendela kaca besar yang memamerkan cakrawala kota yang mulai sibuk."Kenapa? Ada yang salah?" bisik Riga, hidungnya menggesek pipi Sofia yang masih lembap. "Kita ini suami istri yang sah, mau seharian telan….”“Cukup!” Teg
閱讀更多