Sofia melangkah masuk ke apartemen dengan rasa lelah yang menggelayuti pundaknya.Begitu pintu tertutup, aroma wangi rempah, perpaduan jahe, lada, dan kaldu ayam yang gurih, menyergap indra penciumannya. Seketika mengusir bau menyesakkan trauma yang sempat ia hirup di jalan tol tadi.Di dapur, Riga berdiri membelakanginya, tampak begitu fokus di depan panci yang mengepulkan uap panas. Begitu menyadari kehadiran Sofia, ia mematikan kompor dan berbalik dengan senyum miring khasnya.“Kau pulang tepat waktu, Sayang,” ucap Riga, suaranya yang berat terdengar menenangkan. “Mau mandi dulu, atau makan dulu selagi sup ayam kampung ini masih panas?”Sofia meletakkan tasnya di meja bar, menatap suaminya dengan binar mata yang mulai kembali. Baru saja ia hendak menjawab, Riga melangkah mendekat, mengikis jarak hingga Sofia bisa merasakan panas tubuh suaminya yang menggoda.“Atau...” Riga merendahkan suaranya, tepat di telinga Sofia, “...mau ‘dimakan’ dulu?”PLAK!Sofia tertawa renyah sambil memuk
閱讀更多