Di sisi lain gedung Nexus Gateway, suasana jauh dari kata panas maupun romantis. Di ruangan Secilia, udara terasa berat oleh kekhawatiran yang telah mengendap sejak dia mengetahui kondisi fisik Sofia. Secilia berdiri mematung di dekat jendela besar, menatap cakrawala kota dengan pandangan kosong. Di belakangnya, Gerry berdiri dengan sikap hormat yang kaku. “Ger,” panggil Secilia tanpa menoleh. Gerry, yang sejak tadi berdiri dalam diam di dekat pintu, melangkah maju. “Ya, Nyonya?” “Apa yang harus aku lakukan?” Suara Secilia memecah keheningan, perempuan yang biasanya tegar kini terdengar rapuh. Gerry menghela napas panjang. Ia adalah saksi bisu bagaimana Riga berubah menjadi sosok yang dingin dan tak tersentuh setelah badai di masa lalu itu. Setelah Sofia meninggalkannya dengan caci maki penuh kebencian, Riga pun terpaksa meninggalkan kampus, tanpa tanda kelulusan. Secilia membawa Riga ke luar negeri, selain untuk melanjutkan pendidikannya, tentu dia berharap bisa melupak
Read more