“Selena...” Wira langsung menghambur, memeluk putrinya. “Mana yang sakit?”Selena, yang masih bersandar di dada Justin, melepaskan pelukan pria itu perlahan. Ia menyambut pelukan papanya dengan wajah yang sengaja dibuat lesu.“Selena baik-baik saja, Pa. Untung tadi ada Kak Justin yang menolong.”Wira menghela napas lega, mengusap puncak kepala Selena berkali-kali memastikan keadaannya baik-baik saja.Setelah yakin Selena aman, tatapan Wira beralih pada Justin yang berdiri di sisi ranjang. Tak ada kilat curiga, tak ada pertanyaan mengapa calon menantunya itu justru berada di rumah sakit, bukan pelaminan. Baginya, kehadiran Justin adalah bentuk kepedulian yang wajar.“Justin, kebetulan kau di sini,” ujar Wira, dengan suara kembali berat dan berwibawa. “Tadi Sofia bilang dia akan ke rumah sakit dan memberi kabar. Tapi dia tidak memberi kabar apa pun, pulang-pulang bilang ingin membatalkan pernikahan kalian. Selamanya.”Rahang Justin mengeras sesaat, namun ia segera memasang raut wajah pr
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-01 อ่านเพิ่มเติม