Ponsel Sofia bergetar memecah keheningan apartemen, nama ‘Bu Secilia’ berkedip di layar. Sofia menarik napas panjang, mencoba menetralkan suaranya sebelum menggeser ikon hijau.“Halo, Bu Secilia?”“Sofi, Sayang! Bagaimana kabarmu? Apa aku mengganggu bulan madu kalian?” Suara Secilia terdengar sangat ceria dan begitu akrab. “O ya, kamu bulan madu ke luar kota, atau hanya menginap di hotel sekitaran sini saja?”“Ah, itu... kami... kami sedang di apartemen, Bu,” jawab Sofia tergagap. Ia melirik pintu kamar tamu Riga yang masih tertutup, merasa malu jika bos besarnya itu tahu pernikahan mereka jauh dari kata romantis.“Oh, kebetulan sekali kalau begitu!” Nada bicara Secilia berubah menjadi semi-formal. “Sofi, ada acara gala dinner penting malam ini. Beberapa investor besar Nexus akan hadir, dan aku mendadak ada urusan yang tidak bisa ditinggalkan. Bisakah kau mewakiliku?”Sofia terdiam sejenak. Ia masih dalam masa cuti, namun menolak permintaan Secilia, wanita yang telah memberikan posisi
Mehr lesen