Roselina berjalan dengan langkah anggun, membawa beberapa gulungan perkamen logistik di lengannya. Di belakangnya, Ksatria Ishaq mengekor dengan kewaspadaan penuh. Hari ini, Roselina bertekad mencari celah untuk bisa pergi ke Tambang Palung Hitam menemui Elias. Namun, langkahnya terhenti. Dari ujung lorong yang berlawanan, Jenderal Vaelia melangkah lebar dengan aura membunuh yang kental. Letnan Zeno, tangan kanan Vaelia, berjalan tepat di sisinya. Melihat kedatangan mereka, tangan Ishaq refleks turun ke gagang pedangnya. Sorot matanya menajam. Roselina tetap tenang. Ia melangkah ke sisi lorong untuk memberikan jalan dan mengangguk sopan. "Selamat pagi, Jenderal Va—" Brak! Alih-alih membalas sapaan, Vaelia sengaja menabrakkan bahunya yang terbalut zirah baja ke bahu Roselina dengan tenaga penuh. Benturan itu terlalu keras untuk tubuh manusia. Roselina terhuyung ke belakang. Hak sepatunya tersangkut di ujung gaun sutranya sendiri, membuatnya jatuh terjerembap ke lantai mar
Baca selengkapnya