Teng! Teng! Teng! Suara terompet kedatangan menggema membelah badai salju di luar Istana Ocean. Nadanya panjang dan tegas, menandakan bahwa utusan militer tingkat tinggi baru saja menembus gerbang utama. Di dalam Ruang Kerja Utama yang sunyi, Kaelan duduk bersandar di singgasananya. Pintu kayu ek terbuka. Jenderal Orsa, panglima faksi netral yang bertubuh kekar dengan bekas luka melintang di matanya, melangkah masuk dan menunduk hormat. "Lapor, Yang Mulia Raja," suara Orsa bergema berat. "Jenderal Zephyrin, Penasihat Roselina, beserta armada penjemput telah tiba di pelabuhan. Misi di benua Hilles selesai. Tidak ada pengerahan senjata, dan tidak ada deklarasi perang dari Raja Doriom." Kaelan menatap lurus ke depan. Wajahnya sedatar pahatan es. Tidak ada sebersit pun kelegaan yang ia tunjukkan, meski jantungnya berdegup lebih cepat menyadari wanitanya telah kembali dengan selamat. "Oh, ya?" Kaelan merespons dengan nada luar biasa datar. Ia mengambil sebuah pena bulu, memutar
Read more