Bruk! Tubuh Naufal dan Sinta sama-sama kehilangan keseimbangan. Selama beberapa detik, keduanya saling berpegangan agar tidak terjatuh. Selama sepersekian detik, mata keduanya saling tatap dengan lekat. Menatap wajah dokter tampan tepat di depan wajahnya, membuat senyum kecil terulas di bibir Sinta. Namun, begitu sadar dengan posisi mereka, Naufal buru-buru melepaskan pelukannya. "Ah, maaf, Sinta. Aku nggak sengaja," ujarnya cepat. Ia buru-buru melepaskan tubuh Sinta dan mengibas-ngibas pakaiannya untuk merapikan bajunya sendiri. "Iya, nggak apa-apa, Dok." Sinta tersenyum tipis sambil merapikan rambutnya yang sedikit berantakan. "Lagian saya juga kurang hati-hati." Naufal mengangguk pelan. Ia kemudian memperlihatkan charger yang masih berada di tangannya. "Ponselku mati. Jadi aku mau isi daya sebentar." "Oh ... pantesan." Sinta melirik stop kontak yang berada di sudut ruang tamu. "Kalau begitu, silakan, Dok." "Terima kasih." Naufal segera menghampiri stop kontak itu.
اقرأ المزيد