“Ya Tuhan! Apa yang terjadi dengan bayi kita?”Naufal benar-benar panik. Ia segera merangkul tubuh Nayla yang mulai terlihat lemas, sementara tangannya yang lain masih menggenggam tangan sang istri dengan erat."Akh! Sakit, Sayang." Nayla sesekali terpejam dan meringis kecil.“Nayla sayang, coba tenang dulu. Jangan takut. Kita periksa sekarang,” ujar Naufal dengan suara tegas, meskipun wajahnya sendiri terlihat sangat cemas.Nayla hanya mengangguk pelan. Rasa sakit di perutnya masih terasa, membuatnya kesulitan untuk berbicara."Fal, kenapa sama Nayla?" Dimas turut merasa cemas."Aku juga nggak tau, Dim. Semoga dia baik-baik saja." Tanpa membuang waktu, Naufal segera menggendong sang istri dan membawanya keluar dari ruangan Shella. Beberapa dokter dan perawat yang melihat kepanikan di wajah Naufal segera menghampiri mereka.“Tolong siapkan satu ruangan untuk pemeriksaan kehamilan. Saya membutuhkan alat USG dan perlengkapan pemeriksaan lainnya,” perintah Naufal.Para dokter dan perawa
Read more