Setelah membulatkan tekad, Nayla mengeringkan wajahnya dengan handuk kecil dan melangkah keluar dari kamar mandi.Di atas ranjang, Naufal sudah berbaring menyamping, menunggunya dengan sabar. Pria itu menepuk-nepuk ruang kosong di sebelahnya, mengisyaratkan agar Nayla kembali ke pelukannya.Nayla naik ke atas kasur. Kali ini, ia tidak menolak saat Naufal menariknya ke dalam pelukan. suami, mendengarkan detak jantung Naufal yang berirama tenang. Tangan pria itu bergerak konstan, mengusap-usap rambut panjang Nayla dengan penuh kasih sayang."Udah segeran?" tanya Naufal seraya mengecup puncak kepala istrinya."Udah," jawab Nayla pelan. Ia memainkan jari-jari besar Naufal yang bertengger di bahunya. "Mm, Na." "Iya, Sayang?""Ada yang mau aku omongin sama kamu," ucap Nayla ragu-ragu. Tenggorokannya mendadak terasa kering. "Ini... ini penting."Mendengar nada suara istrinya yang berubah serius, Naufal menghentikan usapannya di rambut Nayla. "Soal apa? Cerita aja, aku dengerin.""Ini... s
Read more