Nayla masih memeluk Naufal ketika seorang perawat datang menghampiri mereka.“Bu Nayla, Dokter Lusi sudah datang. Beliau bisa memeriksa kandungan Ibu sekarang.”Nayla segera mengangkat kepala. “Benarkah?" Dia sempat melirik Naufal, lalu mengusap pipinya yang masih basah oleh air mata.“Oh, iya. Aku harus periksa kandungan lagi ke dokter Lusi, Na. Tadi kamu keburu pingsan sebelum selesai memeriksaku.”Naufal mengangguk dan tersenyum kecil. “Iya, Sayang. Sana, periksa dulu. Pastikan anak kita baik-baik saja ya." “Kamu sendiri juga harus diperiksa sampai benar-benar sembuh. Jangan malah menyuruh aku terus.” Nayla memasang wajah cemberut.“Iya, Bu Dokter.”“Jangan bercanda terus!” Nayla mencubit pelan lengan suaminya. Naufal tertawa kecil. “Iya, iya. Aku serius, kok.”Nayla kembali tersenyum saat menatap sang suami. Sepertinya masalah kecil mereka beberapa saat lalu, sudah mulai memudar karena kejadian Naufal yang barusan pingsan.Wanita itu beranjak hendak keluar ruangan. Namun sebelu
Read more