Sementara itu, malam semakin larut.Di rumah, Nayla sudah berbaring di tempat tidur. Naufal duduk di sampingnya sambil membaca sesuatu dari ponselnya. Sejak mengantar Nayla pulang dari rumah sakit, dia memang beberapa kali memperhatikan wajah istrinya yang terlihat lelah. Meskipun Nayla terus mengatakan dirinya baik-baik saja, Naufal tetap tidak mau mengambil risiko, apalagi sekarang istrinya sedang hamil."Kamu istirahat dulu," kata Naufal sambil membantu merapikan bantal di belakang kepala Nayla.Nayla mengangguk. "Aku cuma capek sedikit.""Makanya istirahat, Sayang. Jangan sampai aku terlalu tegas sama kamu.""Iya deh, iya. Dasar dokter bawel!" Nayla terkekeh kecil.Naufal hanya menggeleng. Dia memastikan selimut Nayla sudah berada di posisi yang nyaman sebelum mengambil segelas air putih dari meja samping tempat tidur dan memberikannya kepada istrinya."Minum dulu."Nayla menerima gelas tersebut sambil tersenyum. "Baik, Dokter.""Nah, begitu."Nayla meneguk air beberapa kali sebel
Read more