“Bagaimana pun juga, aku harus tetap ikut untuk melihat keadaan Shella," gumam Dimas panik.Pria itu tetap bersikeras mengikuti mereka semua menuju ke ruangan Shella. Meskipun Naufal sudah beberapa kali memintanya kembali berbaring, tetapi kakaknya itu tidak mau mendengarkan. Ia terus berjalan dengan bantuan tiang infus, menahan rasa sakit yang menjalar dari kakinya yang lumpuh.“Dimas, jangan dipaksakan. Kaki kamu itu belum pulih,” ujar Naufal dengan nada memperingatkan.“Aku tahu,” jawab Dimas pelan. “Tapi aku harus melihat Shella.”“Kak Dimas, setidaknya pelan-pelan,” tambah Nayla yang berjalan di sampingnya.Dimas hanya mengangguk. Wajahnya beberapa kali menahan rasa sakit, tetapi ia tetap melangkah. Setiap kali kakinya terasa semakin berat, ia berhenti sebentar untuk mengatur napas sebelum kembali berjalan. Baginya, rasa sakit itu tidak seberapa dibandingkan dengan rasa takut kehilangan Shella.Sarah dan Yuli sudah lebih dulu berada di depan ruangan. Keduanya menunggu dengan waj
Read more